March 6, 2013

"Maksud baik saudara untuk siapa "?


Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan?
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung sudah menjadi milik orang-orang dikota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimport
tidak cocok bagi petani yang sempit tanahnya.

Tentu saja kita bertanya : “maksud baik saudara untuk siapa ?”

Kita mahasiswa,tidak buta!

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?

kita menuntut jawapan!

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Dan malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
rembulan berlayar.
Tetapi pertanyaan-pertanyaan kita tidak akan mereda.
ia akan muncul didalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Senantiasa hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita akan menjadi hutan.
Atau masuk ke kali akan menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita memihak yang mana !

-Puisi 'Rendra' 1977