October 26, 2013

Jaulah #Mantaps13 - Part 1



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Alhamdulilah, kiranya hari ini sudah masuk seminggu sehari meninggalkan bumi tambunan. Tapi tidak akan pernah tinggal kenangan dan bakul pahala yang sudah dibawa, mengharapkan keredhaan Allah mengiringinya. jua mengharap kasih dan rindu Allah agar bisa diberikan kepada adik-adik program #Mantaps13



Baru-baru ini berprogram di mahua tambunan atas tiket jemputan, sebelumnya asyik menjadi orang tengah atau berada dipihak pengurusan. kali ini turun tanpa diatur tapi sudah ditentukan Allah untuk bisa hadir. Hadirnya diri kepada adik-adik yang hebat belaka ^_^

Berada dalam program Kem Pemantapan Sahsiah 2013 zon pedalaman anjuran bersama PPD tambunan merupakan detik, entah keberapa kali sudah dalam menjejak kaki dikawasan pedalaman. Pokoknya kisah pendalaman yang pernah diikuti belum pernah mengecewakan, selalu ada saja kehebatan yang dimiliki tidak kira geografi keamanan yang dmiliki atau pesertanya yang hebat untuk diasah diri.

Sepanjang perjalanan empat hari, seakan tidakku mahu lepaskan si dia dari gerak bibir setiap kali berjalan atau berehat "rabbi yassir wala tu assir, rabbi tamim bil khair"  agar Dia Allah mempermudahkan jalan bagi kami untuk sampai kepada tujuan. Bila setibanya di ranau dalam waktu bumi masih subuh, mencari masjid untuk didiami sementara, tapi izin Allah tidak ketemu juga. Detiknya menerima pendapat rakan untuk menginap setengah hari di sebuah tempat bernama sabah baru.kiranya hotel bajet - Alhamdulillah, dalam perjalanan itu pun punya seribu satu hikmah yang penulis ketemu jika yang lain sadarinya.

Pagi hari pertama perjalanan sebelum ke destinasi tujuan, mencari kenderaan yang cocok untuk kesana means ke tambunan. Dalam pikiran ktika menunggu bas untuk bergerak - kataku dalam hati ( dalam bas aku nak set masa untuk baca buku memandangkan banyak masa selama 1 jam untuk sampai ) akhirnya setelah baca berapa muka surat, kepala terasa berat mengizinkan untuk tidur. Tapi ada kisah dalam bas untuk diamati. ( disatu sudut lain kita bicarakan )

Rupanya jalan kesana (tambunan) bukan seperti yang dijangka, melanda kepeningan dan terasa ingin muntah dibuatnya, makanya dalam keadaan begitu perlu kepada mengurus diri dalam suasana sedemikian agar terbiasa. Itu juga bagian dari jalan tarbiyah (didikan). Setiba dipekan tambunan, sambil menunggu shabat dan yang berkenaan, mulaiku bawa pemikiran ini.. bahawa pekannya masih kelihatan hijau. udara nyaman jauh dari dibandar.

Disapa dengan sahabat yang kiranya agak lama ngak ketemu, saudara atau ust idris, ust ate dan sahabat-sahabat program - pelukan erat itu bukti rindu dan kasih antara persaudaraan kami. Satu yang hendak dikongsi disini bahwa ikatan persaudaraan yang berlandaskan kepada tali agama Allah atau akidah islamiyyah itu lebih manis rasanya dari talian darah keturunan. (mungkin kalian berbeda, tapi itulah rasanya yang Allah berikan)

Sepanjang perjalanan menuju tapak program dari pekan, tiada yang dapatku lihat melainkan keindahan ciptaan Allah. Gunung ganang bukit bukau yang Dia cipta untuk mengukuhkan alam dan mengajak manusia kepada memuji kekuasaan-Nya. Setiap kali pandang, pandang dengan kebesaran/kesyukuran kepada Allah, maka ada pahala diberikn disitu.

Sampai saja di destinasi yang dituju, membawa lebih kekaguman kepada yang mencipta Alam ini, sungguh yang menciptakan alam ini penuh dengan kesempurnaan. Kelihatan juga dekorasi manusia yang menghias kem itu, maka itulah mahua tambunan. Tempatnya agak nyaman dan sedikit sejuk, itu kalau hendak dibandingkan dengan kundasang mungkin lebih sejuk ya. kalau sahabat lain punya kesempatan bisalah melawatnya. - ( promote mahua tambunan o.k )


Maka bermulalah detik penting tujuan kehadiran kami disitu ber-tujuh, diperkenalkan dengan bilik penginapan dan seterusnya, diperkenalkan dengan dik-adik program. Langit seolah-olah ceria menyambut kedatangan kami sambil disorongkan kesejukan bumi itu. - bila cek line handphone memang terbaik, langsung tiada line atau coverage.

Cuba untuk memendekkan makalah (artikel), dari setiap penjuru kehidupan peserta itu jelas bedanya, terasa hairan juga ada peserta yang still duduk dengan saudara yang non muslim sedangkan agama anutannya itu islam. semoga Allah melindungi mereka. Allah saja yang tahu bagaimana keadaan mereka. bukan setakat itu saja, banyak lagi yang cuba kami ingin ketahui agar kami merasa terinspirasi dengannya.

Adik-adik ini lain dari yang pernah berprogram bersama, walau pada mulanya masih dalam keadaan janggal dan usaha untuk mendekati, tapi mereka sudah membuka tanpa disedari untuk dimasukkan nilai nilai tarbiyah(didikan) dalam program. - satu lesson yang dapat ketika bersama mereka yang daie perlu ada ialah, sifat keterbukaan dalam berdakwah dan membaca keadaan mad'u.

> Bersambung. Allahu'alam.