November 13, 2013

Bawa Istighfar, Wahai Hamba



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Rasanya kita perlu banyyakkan beristighfar, tidak menjadi kerugian juga jika nan banyak istigfar kita agar kita menjadi golongan yang beruntung dihari kelak.  

Beristighfar atas kekurangan kita masing-masing, kelemahan diri kita dan kurangnya usaha dakwah kita hingga ummah dan masyarakat pada masa ini menghadapi berbagai masalah dalam berbagai rupa dan ragam, tidak terlepas dari permasalahan akhlakny.


laaa ni, ummat diajar kaw-kaw oleh pemikiran dari penentang kepada agama yang diredhai ini. Penyakit berjangkit menjangkiti tubuh yang tidak berapa kuat imuniti, penyakit dari segi Harta, Tahta, Wanita. 

Terasa kurang dari itu bagi mereka untuk menyerang, ditambah pula dengan kelompok remajanya yang disogok serta diajak kawan oleh musuh dalam perang pemikiran (ghazwul fikr) dalam bentuk rupa yang menyelerakan, menghiburkan, mencatikkan ' 3F; Food, Fun dan Fashion.

Tidak cukup dengan keberadaan serangan dari luar ini, yang muslim membantut langkah mengubat derita menambah derita dan sengsara dengan melakukan permusuhan internal.

Saling mencela dan memfitnah sudah jadi kontes tanpa akhir. Melabel, Melaknat dan membuka aib laksana rantai pembalasan dendam tanpa akhir, keduanya keras kepala dengan pembenaran “kami begitu kerana anda begitu, kami berhenti bila anda berhenti” atau dengan slogan “pembalasan itu harus lebih kejam”.

Satu golongan menjelek-jelekkan golongan yang lainnya, dan golongan yang lainnya merasa dirinya sendirilah yang benar dan yang lain dalam tapisan kejahatan. Satu gerakan merasa dialah satu-satunya yang paling berjasa dan paling lama otai kiranya, sementara gerakan yang lain menafikkan kebaikan gerakan rakan yang satu. 

Media menjadi orang tengah, tanpa arah dan waktu

Sudahlah dimusuhi, kita memusuhi diri sendiri

Sudahlah jatuh, ditimpa tangga, siap dilanggar dengan lori petronas lagi.

Wallahu 'alam