November 16, 2013

Sejauh Mana Cahaya itu ?



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.

Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, 
menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, 
dan menyebarkan dengan kasih sayang dan toleransi antara umat beragama.

Terinspirasi ! 
Petikan diatas antara bagian dari sinopsis novel bestseller '99 cahaya dilangit eropah : perjalanan menapak jejak islam dieropa karya Hanum Salsabiela Rais, dan Rangga Almahendra.

Baca sinopsisnya saja, banyak yang menarik dan tertarik.

Asalnya bila saya lihat dan mendengar perkataan cahaya dan eropa itu, ada suatu perkara yang terkait dan cuba ingin diperpanjangkan dalam blog kali ini sebagai ulasan awal.


Justeru, apa yang bisa kita fikirkan dan kaitkan dengan cahaya dilangit eropah ?

Mendengar sebutan eropa saja, membuatkan kita terbayang perilaku sosial budaya barat yang melampau dan bermacam-macam lagi andaian kita ini yang berada di tanah asia tenggara.

When we see Europe with different glasses, atau kita cuba pandang Eropa dari kacamata seorang Muslim, kita akan ketemu bahwa Eropah bukan sekadar paris dengan Menara Eiffelnya, Spainyol dengan kehandalan pemain bola sepaknya, Haghia Sophia dengan muzeum terhebat dunia atau Austria dengan sejarahnya yang pernah menjadi kerajaan besar.

Eropa tidak akan pernah indah, tanpa cahaya itu kerna cahaya itu pernah membawa eropah ke suatu peradaban yang terbaik.

Bila saya cuba bawa apa sebenarnya kaitan eropa dan cahaya, serta apa yang dimaksudkan cahaya disini, itu adalah Islam. Islam yang memberi pengaruh dan membangkitkan Eropa dari masa kegelapan, kemunduran dan pelbagai jenis kejahilan lagi. Mengukir lorong untuk membenarkan cahaya datang kesetiap penjuru eropah.

Saya belum mengembara penuh ke benua itu, tapi sekian lama mengembara karya sejarah dan kehidupannya kini melalui dunia yang kini tiada sempadan.
Haghia Sophia, Turki ( Konstantinopel )

Eropa kini jika diperhati secara benar, mula kembali perlukan cahaya itu. seketika terdetik dihati ini pernah, bagaimana pula dengan cahaya yang sekian bertapak di timur tengah dan asia tenggara?

Dapatkan jawapan tambahan untuk persoalan cahaya timur tengah pada buku "Di Sebalik Ikhwan Muslimin by Douglas Thompson, Youssef Nada'

Harapan saya, dapatkan bukunya, jadikan sebagai buku tambahan dalam hidup untuk terus rasa bangga dan bersemangat dalam menganuti islam dan menyampaikannya, semoga buku ini juga dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain sehingga juga dapat dibaca oleh umat Islam di berbagai negara. Karya yang menarik untuk membawa pembacanya berjalan dalam segenap ruang kejayaan islam yang pernah meniti di eropah.

- mari mendekat, supaya lebih mengerti

About History :

yang paling penting dari mempelajari sejarah adalah bukan hanya kemampuan menghuraikan siapa yang kalah pada tarikh dan noktahnya, melainkan mengadaptasi semangat untuk terus menatap ke depan, mengambil sikap bijak darinya dalam menghadapi permasalahan-permasalahan dunia.