April 22, 2016

Kartini, Tabrizi, juga Shakespeare


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 


Terkisah dengan Raden Adjeng Kartini
Sampailah ku' ke tulisan Tabrizi
 Hujungnya
Shakespeare yang lama dikenali
Kembali menadah karya manusiawi
Perjuangan
Persufian
Dan ritma kehidupan


Kartini, Perempuan Indonesia
Selebihnya engkau temuilah sendiri
Dalam surat-suratnya dia berkata
Habis gelap terbitlah terang.

Adapun tabrizi tetap menari
Guru yang dicintai rumi
Keduanya saling mempengaruhi
Berbicara baik dan manis
Dalam terang dan memancar

Shakespeare berkata :
Bunga mawar itu, 
Kalaupun diberi nama lain
Selain mawar 
Bau wanginya akan tetap sama.
Sementara Tintanya
Dicakup beragam
Hamlet mahupun Sonet
Tak lupa Romio dan Juliet

Lantai Maktabah | April, 22, 2016