April 9, 2016

Nafsu Buku.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 

Alhamdulillah, siang jumaat yang penuh berkah tadi sempat ke tokoh buku 'pak filsofi', memanggilnya dengan panggilan 'pak filsofi' kerana setiap kali saya singgah ke tokoh buku beliau, selalu diberi makan dengan keluasan bahasa dan ide. Mungkin juga kerana tokoh bukunya punya 'ramai' buku-buku falsafah, malah tak hanya itu such as travelog, pemikiran, sastera melayu - iran - indonesia, falsafah ekonomi, self-help. macam-macam ada, termasuk penulisan-penulisan lama.

"Kita Membaca itu justru menambah nilai pada diri kita" 

" Kita harus ucap terima kasih pada Tuhan, kerana menghadiahkan kita dengan menjadikan kita minat dan suka membaca"


Nafsu Buku
"Berapa ramai diluar sana yang tidak minat membaca - Ilmu mereka didalam kelas, guru yang terbatas pada mengajar hanya silibus - tidak mahu mengajarkan cara berfikir yang mandiri"

"Fikir mereka itu tersangkut di ranting sistem yang celaru" - Ujar Pak Filsofi 

Siang itu perkataan beliau makin lincah dan saya sempat memberi respon setuju pada beberapa perkara dan menambah sambil memandang ke buku-buku yang telah sampai dari indonesia.

Ini antara buku yang sempat dibawa pulang - Ini namanya "nafsu buku" ;) - Sekurang-kurangnya ada yang menemani buku lama Emha Ainun Nadjib dirumah dengan kehadiran karya 1993 "Markesot Bertutur" 

Buku dibaris atas : Belajar hidup dari Rumi : Serpihan Puisi - Buku ini menarik, kerana terdapat sejumlah karya puisi Rumi yang dipersembahkan Haidar Bagir. 

Rumi cukup terkenal bukan hanya di kalangan Muslim dan orang-orang parsi juga Turki - Selama puluhan tahun kebelakang hingga hari ini Syair dan puisi Rumi diterjemah berbagai bahasa. Puisi Rumi dalam Bahasa Inggris telah menjadi buku yang paling laris di eropah, khususnya di Amerika Syarikat.

Buku dibaris kedua atas : Mawar Hitam karyanya Candra Malik, belum sempat membaca sinopsis keseluruhan buku. Tapi komen sahabat yang usai membacanya mengatakan buku ini punya teknik dan bahasanya yang berkelas. Mengangkat beberapa kisah dan berbagai tema, mulai cerita cinta, keyakinan, kematian, hingga ekstensi tuhan, candra malik tampaknya lebih mahu merayakan hidup dan kehidupan manusia didalamnya.

Buku dibaris ketiga : Markesot Bertutur karya Emha Ainun Nadjib. Sebelumnya saya sempat membaca karya dari penulis yang sama bertajuk 'Selilit Sang Kiai' - Kali ini diberi kesempatan untuk membaca kembali buku Emha beliau ini. Sesiapa yang mahu membangun fikiran dan peduli bisa langsung mencari buku beliau. InshaAllah, jika selesai membaca buku markesot ini, langsung saya kongsikan di blog ini.

Buku terakhir yang saya bawa pulang, adalah sambungan dari buku diatas - Markesot Bertutur Lagi. 

Natijahnya, tak boleh nak ulas panjang - Habis membacanya kelak, InshaAllah saya kongsikan diblog ini. Agar kita raih bersama manfaatnya.

Wallahu'alam